Daya sihir Harry Potter memang sudah membius ke segala penjuru dunia. Bukan saja hanya anak-anak yang mau antri berjam-jam. Namun para orang tua juga rela berdesak-desakan tengah malam untuk bisa mendapatkan novel terbarunya. Di AS saja, empat novel pertama Harry Potter sudah terjual 80 juta eksemplar dan selalu menempati urutan buku terlaris.Buku kelimanya, "Harry Potter and the Order Of the Poenix" sudah memecahkan rekor dengan angka penjualan sebanyak 6,8 juta kopi pada cetakan pertama, dan 1,7 juta kopi untuk cetakan tambahan. Angka fantastis yang belum pernah disamai oleh buku manapun sebelumnya.
Sang pengarang J.K. Rowling adalah orang yang paling berpengaruh dari semua fenomena ini. Berkat kesuksesan novel Harry Potter, dia bukan saja dilimpahi rejeki yang menjadikannya sebagai wanita Inggris terkaya dengan penghasilan US$ 30 juta tetapi juga berbagai macam penghargaan. Rowling tercatat telah menerima penghargaan Hugo Award, Bram Stroker Award, Whitebread Award untuk buku anak terbaik, Anne Spencer Lindbergh Prize, dan banyak lagi. Terakhir dia dianugerahi medali Officer of the British Empire oleh Ratu Elizabeth II, semacam bintang jasa bagi rakyat inggris yang berprestasi.
Sebelumnya tak banya yang tahu, kalau Rowling pernah mengalami masa-masa sulit sebagai orang miskin. Jauh dari kenyamanan apalagi harta berlimpah. Joanne Kathleen Rowling, begitu nama lengkapnya, lahir di Chipping Sodbury, Bristol, Inggris tenggara, pada tanggal yang sama dengan kelahirannya Harry Potter 31 Juli. Ayahnya seorang tehnisi di pabrik mobil Roll Royce.
Rowling sejak kecil memang sudah hobi menulis cerita. Usia lima tahun, dia sudah bisa membuat cerita tentang seekor kelinci. Pelajaran yang paling disenanginya adalah bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Rowling termasuk murid yang pintar disekolahnya, dan sempat menjadi juara kelas waktu di bangku SMA.
Lulus dari SMA dengan nilai terbaik pada bahasa Inggris, Perancis, dan Jerman, Rowling melanjutkan pendidikannya ke University of Exeter untuk memperdalam bahasa Perancis. Setelah mendapatkan gelar sarjananya, Rowling mulai berkarir di bidang kesekretariatan pada beberapa perusahaan, termasuk sebuah penerbit buku. Salah satu tugasnya saat itu adalah mengirimkan surat penolakan kepada para pengarang yang karyanya tidak layak terbit.
Mintanya untuk menulis novel terus menyala, namun tak ada yang selesai sampai muncul kemudian Hary Potter. Ide tentang Harry, seorang anak yatim piatu yang pemalu tapi punya banyak bakat sihir, muncul tiba-tiba ketika Rowling tengah berada dalam perjalanan dengan kereta api dari Manchester ke London pada tahun 1990. Walau sempat tinggal beberapa waktu di Portugal untuk mengajar Bahasa Inggris, Rowling tidak pernah berhenti menulis cerita tentang si tukang sihir cilik ini.
Sekembalinya dari Portugal di tahun 1993, Rowling memutuskan untuk tinggal di Skotlandia supaya dekat dengan kakaknya. Masa-masa tersebut adalah masa tersulit baginya. Rowling yang baru bercerai harus berhadapan dengan kenyataan ia harus membesarkan anaknya yang masih bayi seorang diri. Hidup dalam kemiskinan dan penuh depresi, Rowling berhasil menyelesaikan novel pertamanya, Harry Potter and the Phillosopher's Stone. Namun, usahanya untuk menerbitkan novelnya tersebut tidaklah mudah karena sejumlah penerbit sempat menolaknya.
Novel Harry Potter akhirnya terbit pada Juni 1997 dan langsung menjadi favorite para anak dan dewasa di Inggris. Kesuksesan tersebut mengantarkan banyak penghargaan, diantaranya Buku Anak Terlaris di Inggris. Setahun kemudian, novel yang sama diterbitkan di AS dengan judul berbeda, Harry Potter and the Sorcere's Stone. Sama seperti di Inggris, anak-anak di AS pun juga ikutan kena sihir demam Harry-mania.
Rowling menciptakan kisah Harry Potter di Hogwarts dalam tujuh serial, yang setiap serinya akan muncul setiap tahun. Hingga kini telah terbit novel Harry Potter menyusul seri pertamanya, yakni Harry Potter and the Hamber of the Secrets (1998), Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (1999), Harry Potter and the Goblet of fire (2000), and Harry Potter and the Order of Ohoenix (2003).
Seluruh novel Harry Potter yang telah diterbitkan selalu menuai popularitas yang sangat luar biasa. Tiga seri pertama sudah terjual lebih dari 30 juta kopi dan diterjemahkan dalam 30 bahasa lebih. Seri keempatnya, Goblet of Fire, mencapai rekor tersendiri, terjua 3 juta kopi dalam dua hari pertama, dan menjadikannya sebagai buku laris tercepat dalam sejarah duniamenurut Publisher Weekly. Sehari menjelang tanggal penerbitannya, 8 Juli 2003, seluruh toko buku besar di AS mengadakan acara peluncuran tengah malam yang dibanjiri oleh ratusan Herry Potter-mania.
Total seluruh penjualan dari kelima seri Harry Potter sudah mencapai 170 juta buku, diterjemahkan dalam 55 bahasa dan tersebar di lebih dari 200 negara. Tidak aneh kalau kemudian versi filmnya yang diambil dari cerita seri pertama juga mencatat rekor tersendiri. Kesuksesan Rowling dengan Harry Potternya memang sangat fenomenal. Jika Rowling bisa menjadi penulis fenomenal, kita pun pasti bisa. Modalnya hanya niat dan rajin bukan? Cobalah mulai tuliskan ide kita lewat media mana saja, siapa tahu ada saja yang tertarik dengannya.






























No comments:
Post a Comment